Chapter 149

913 Kata

Setelah dua minggu berlalu, Agresia memasuki musim semi terakhir, begitupun dengan surat dari Putri Zenith. Putera Mahkota menerima permintaan pertemuan bersama Putri Zenith di Taman Kastil Istana Agresia. "Sudah kubilang jangan pernah mengikutiku!" "Tapi Putera Mahkota saya kemari datang karena ingin belajar dekat dengan Keluarga Afresia, tolong terima kado saya Yang Mulia." Putri Zenith berjalan mengejar Putera Mahkota Eadric dengan memegang kado yang ia bawa dari Afresia. Kenneth yang menyaksikan di ujung lorong hanya mendengarkan percakapan Putera Mahkota dan juga Putri Zenith saat ini. Kenneth yang melihatnya hanya terdiam, dirinya pergi keluar Istana Agresia dengan memacu kuda miliknya. Menuju pemandangan yang bisa membuatnya melepas seluruh permasalahan. Seperti apa yang di

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN