Chapter 152

654 Kata

"Apa? Aku harus melakukan perjalanan ke Kerajaan? Apakah ini benar Zabil?" "Benar, anda akan melakukan perjalanan menuju Kerajaan menyusul Yang Mulia Raja dan juga Tuan Kenneth, kemungkinan Putri Zenith akan ikut," jawab Zabil ketika Pangeran Eadric mengernyitkan dahi. Giginya menggertak dengan kesal. Sangat terlihat bahwa Pangeran Eadric tidak menyukai Putri Zenith. "Kenapa ayah mendadak sekali mengurusi pembangunan. Apakah tidak bisa di batalkan? Aku tidak mau satu kereta kuda dengan Putri Angkat! Apa kau dengar kataku?" Ucap kembali Pangeran Eadric dengan suara lantang. Dirinya begitu kesal ketika melihat surat yang di berikan oleh Raja. Pesan untuk menyusulnya ke Kerajaan. "Kapan kita akan ke Kerajaan?" "Malam ini kita akan ke Kerajaan." "Apa kau serius? Tidak! Besok pagi saja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN