Jari-jemari Xylar menyatu dengan lembut membentuk penyatuan sempurna bersama genggaman tangan Putri Ashlyn, kedua matanya saling berpandangan dengan sentuhan kening sekisar tiga inch, Xylar memberikan bisikan ketenangan kepada Putri Ashlyn saat ini. "Ketika kau merasa gusar dan bingung, lihatlah aku. Aku akan selalu menjagamu Tuan Putri, Keturunan Duke tidak boleh lengah dan juga lemah. Pergilah berhias diri." Anggukan pelan dari wajah mungil memperlihatkan garisan tanda mengerti. Putri Ashlyn menurut apa yang di katakan Xylar. Xylar pun menarik wajahnya di hadapan Putri Ashlyn, "Apa yang terjadi hari ini. Anggap saja tidak ada Tuan Putri." "Jika kau memang sedarah persusuan, apakah kita bisa menikah?" Ucapnya spontan membuat Xylar terkejut. Dirinya menghentikan langkah kakinya dengan

