Maaf.. Satu jam sebelumnya. “Sayang aku jemput kamu yah. Ada hal yang mau aku kasih tahu ke kamu,” ucap Fitri di sambungan telephone. “Kayanya engga usah deh sayang. Lagian ini juga udah malem. Aku bakalan lembur malem ini. Ga tahu kapan pulangnya. Emangnya ada apa?” Rendy penasaran. Tumben sekali Fitri telepon dan ingin menjemput dirinya. Fitri menghela nafas panjang. Ia tengah perjalanan akan ke kantor Rendy. Apa boleh buat Fitri arus putar balik kembali ke rumah. “Aku hamil Ren, baru dua minggu sih. Selamat sebentar lagi kamu akan jadi ayah. Tapi semua itu kayanya engga akan lama deh,” ucap Fitri sedikit aneh. Rendy senang mendapatkan kabar itu. Tidak menyangka bahwa ia akan secepat itu di karuniai anak. Tapi, kata terakhir Fitri membuatnya janggal. “Kenapa kamu bilang gitu?” “Na

