"Pagi Mr. Headmaster!" Sapa seorang gadis ketika Danang membuka pintu rumahnya. Dia tersenyum lalu mengacak rambut gadis itu gemas. Terlebih ketika sang gadis mencebik kesal karena ulahnya, membuat ia tidak bisa menahan diri untuk memeluk tubuh mungil tersebut. "Kenapa tidak bilang kalau mau datang kesini? Aku bisa menjemput kamu." ujar Danang. Ia merangkul Diva untuk memasuki rumahnya. "Suprised!" jawab Diva dengan senyum lebar. Lelaki itu menggeleng lalu mengecup kening Diva lembut. Dua minggu lebih mereka menjalin hubungan dan Danang merasa telah lengkap dengan semua ini. Ia bersyukur karena telah merelakan masa lalunya dan membuka hatinya untuk kehidupan baru. Terlebih kehadiran Diva telah memberi warna tersendiri baginya. "Udah sarapan?" tanya sang gadis setelah duduk di sofa

