Masa pembinaan untuk persiapan olimpiade pun telah usai. Hari ini adalah harinya ia dan Liam untuk memperjuangkan Meganthara. Setelah pergi ke ruang BK, akhirnya ia mengerti mengapa Markolevi tidak dibubarkan. Sempat kesal dan kecewa karena biasanya usulannya selalu diterima dan kali ini objeknya adalah Markolevi, secara logika permintaannya itu pasti akan langsung dikabulkan. Namun, melihat kenyataannya sekarang itu memeng tampak mustahil. "Naik mobil sekolah?" tanyanya seraya menatap mobil luxio berwarna silver yang ada di depan mereka. Liam mengangguk sebagai jawaban. "Tim pengawasnya jadi?" tanya laki-laki itu. "Jadi, bukannya lo juga ikut?" tanyanya kembali. "Iya sih, kayaknya Bu Lena buat ini gara-gara lo minta pembubaran Markolevi kemarin," jawab Liam. Milam menoleh lalu mengang

