Bel sudah berbunyi dari sepuluh menit yang lalu tapi Milan belum beranjak dari tempatnya. Pandangannya masih tertuju pada deretan angka yang berjajar di buku tulisnya. Ia masih harus mengerjakan latihan soal olimpiade di rumah nanti malam, jadi lebih baik ia mengerjakan tugas dulu di sekolah. Ditambah lagi ia sudah ada janji dengan Nessie dan Aileen untuk pergi ke toko buku. "Belum pulang?" Saking fokusnya mengerjakan ia tidak tahu ada seseorang yang datang ke sini. Milan menoleh ke samping kirinya dan menemukan Arkan tengah menatapnya. "Hmm," gumamnya seraya menganggukkan kepala lalu kembali fokus pada buku tulisnya. Arkan menyandarkan punggungnya pada kursi. Ia menyukai harum bau Milan yang seperti bunga. "Gak tawuran lagi?" tanya Milan di sela-selanya mengerjakan soal. "Bosan, le

