Chapter 10 : Monster

1719 Kata

"Kenapa harus tawuran sih? Belajar aja belum tentu bener, sok-sokan berantem sama sekolah lain, emang apa sih untungnya? Pegel iya," dumel Milan di sepanjang jalan. Ia memutuskan untuk mengikuti Arkan karena merasa ada yang tidak beres jika laki-laki itu bolos sepagi itu apalagi dia pergi ke sekolah dulu untuk titip absen. Itu terlalu rapi untuk laki-laki seperti Arkan. Alhasil di sinilah dia sekarang, memandangi puluhan siswa tengah adu jotos. Dia hampir tidak bisa membedakan yang mana Pelita, Meganthara, dan Adhitama karena mereka hampir tidak memakai bedge sekolah masing-masing. Seharusnya itu masuk pelanggaran karena ketidaklengkapan atribut seragam. "Apa gue harus telepon polisi ya?" Hati nuraninya berkata jika ini tidak boleh dibiarkan. Pasti banyak siswa yang terluka di sana, belu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN