Bab 13: Yogyakarta Sepi tanpa Gombalan Receh Bhanu Winata

2888 Kata

    ***     Aku menjalani hari seperti biasa, semua hal masih bergerak pada porsinya, jalan ramai, masyarakat yang ramah tapi seramai apapun kota yang sedang mengelilingiku, Yogyakarta tetap terasa sepi tanpa gombalan receh Bhanu Winata     ***     “Bhanu berangkat kapan sih, Nduk? Kok yo Bulik nggak tahu?” Pertanyaan bulik Asih membuat Rindu yang sedang menyiram sayuran di belakang rumah terhenti. Mereka akhir pekan ini memang melakukan rutinitas seperti biasa yaitu merawat kebun yang ada di belakang rumah Rindu. Bulik Asih sangat rajin menanam sayuran, rambutan juga sudah mulai menguning yang tandanya sebentar lagi akan panen membuat Rindu dan Ninu semangat bukan main untuk tetap konsisten dengan rutinitas pagi di akhir pekan mereka ini, salah satu cara ampuh untuk menghilangkan stres

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN