Bab 27: Mengejar Restu bapak Winata

1967 Kata

*** Pada dasarnya manusia memiliki hak untuk memperjuangkan apa yang ingin dia gapai, jadi izinkan saya untuk melakukan itu, Bapak Winata *** Rindu langsung turun dari taksi ketika dia sudah sampai di kediaman megah keluarga Winata, ini untuk pertama kalinya Rindu datang ke sini. Gadis dengan rambut sebahu itu tampil dengan sederhana seperti biasanya. Rindu terlihat berkali-kali menarik dan menghembuskan napasnya. Rindu sekarang merasa begitu kecil. Dia baru tahu bahwa keluarga ini memang tidak main-main. Mereka nyaris memiliki segalanya namun Rindu bisa merasakan hawa senyap di rumah megah itu, seolah memang tidak ada kehangatan di sana, mungkin karena hanya di huni oleh Winata dan Hera saja. “Mbak Rindu ya? Sudah di tunggu sama Ibu di dapur,” ucap wanita yang Rindu perkirakan berumur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN