108. Farewell Party

1930 Kata

Linggar celingukan di ruangan rapat yang sangat sepi dan lenggang setelah kepergian Mahes dan Ardi. Kebingungan sendiri dengan keadaan yang terasa tidak tidak wajar ini. Dilihatnya jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya, masih pukul setengah empat sore. Belum waktunya pulang kerja juga kan? Pada kemana semua sih orang-orang? Kok tahu-tahu ngilang aja mereka? Masa pada kebelet berjamaah? Memang tadi Ardi memerintahkan Cindy dan Nadya untuk menyingkir dari ruangan. Untuk menciptakan privasi kepada Linggar bersama Ardi dan Mahes untuk berbicara. Tapi kan sebagai sekretaris pribadi, setelah beberapa saat seharusnya mereka kembali untuk membereskan ruangan? Linggar kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan rapat. Proyektor masih menyala, laptop juga masih stand

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN