Matahari pagi perlahan merayap di langit biru, memberikan tanda bahwa hari yang cerah telah tiba. Catherine dengan hati gembira bergerak di dalam dapur yang penuh cahaya, sibuk menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya, Dennis, dan putra kecil mereka yang berusia 5 tahun, Qaran. Suara gemerisik pisau saat dia memotong sayuran mengisi udara, dan aroma kopi yang segar tercium dari mesin kopi. Dennis, yang baru saja bangun, masuk ke dapur dengan kemeja tidur dan mata mengantuk. Dia tersenyum melihat Catherine yang begitu sibuk. "Pagi, sayang," sapa Dennis dengan suara yang lembut. Catherine berbalik dan tersenyum hangat. "Pagi, Mas Dennis. Duduklah, sarapan akan segera siap." Dennis duduk di kursi di sebelah meja dapur, memerhatikan dengan senyum ketika Qaran muncul dengan wajah mengantuk da

