Part Sixteen

1880 Kata

Arsen melepaskan pelukannya kemudian menatap Sena dari bawah hingga atas. Mata tersebut berhenti tepat di perut buncit Sena. "Ka-kamu?" Sena mengangguk haru sambil meneteskan air matanya. "Ayo masuk. Apartement ini merindukanmu." Ucap Arsen sambil menuntun tubuh Sena yang terlihat sedikit tertatih karena kelelahan. Arsen memilih mendudukan Sena dipangkuannya. Ia benar-benar tidak rela jika berjauhan lagi dengan wanita ini. Rasanya ia lebih baik mati daripada harus kehilangan Sena untuk kedua kali. "Kamu kemana saja? Aku mencarimu kemana-mana, Sayang." Ucap Arsen sambil memeluk Sena erat tetapi tetap menjaga perut buncit Sena. "Aku bersembunyi." Kekeh Sena. "Kamu pandai bermain petak umpet denganku rupanya." Ucap Arsen sambil menyentil dahi Sena lembut. "Apa aku berat?" Tanya Sena k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN