Hari pernikahan Ojan dan Namira. Waktu seolah membeku. Semua yang ada di sana seolah menahan napas, mencoba mencerna kejadian tadi dengan baik. Namira sudah kenal Rara sejak lama. Ia tentu tidak akan salah mengenali orang. Ketiga pria yang bersahabat sejak sekolah menengah itu, saling pandang seolah ingin memastikan pendengaran mereka tidak salah. "Siapa?" tanya Ojan kepada Namira untuk memastikan apa yang ia dengar adalah benar. Namira mengangkat wajahnya, menatap suaminya penuh arti dengan deraian air mata. "Dia datang," ujarnya tiba-tiba. "Rara datang memenuhi janjinya dulu. Dia pernah berjanji akan melihatku menikah dan bahagia di pelaminan. Jangan biarkan dia pergi dari sini, Sayang. Kejar dia!" Tubuh Kenzo seolah otomatis merespon ucapan Namira. Pria itu segera berlari, mencoba m

