Kirana melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit, beberapa hari ini ia banyak menghabiskan waktu di rumah sakit, ketika ia sudah berdiri di pintu utama rumah sakit, ia merasa pusing. Sesaat kemudian, suara klakson terdengar, ternyata Anka. Kirana tersenyum melihat mantan suaminya itu datang. Anka lalu turun dari mobilnya dan menghampiri Kirana. Anka sudah berusaha menunggu, tapi sepertinya hatinya tidak akan kuat, ia akan terus menunggu jawaban Kirana. Anka tersenyum menatap wajah Kirana. “Kamu sudah mau pulang? Aku antar pulang ya?” Kirana tidak menjawab dan masih memegang leher belakangnya. “Kiran, ada apa? Kenapa kamu terlihat pucat begini?” tanya Anka. Kirana menggeleng dan akhirnya jatuh ke pelukan Anka. Kirana pingsan dan tidak sadarkan diri, pandangannya menjadi gelap. Ank

