Xaviera masih menangis sambil terus menempelkan telapak tangannya di d**a kiri Lavina. Gadis itu masih mencoba untuk menyembuhkan luka Lavina tetapi tenaganya yang masih lemah membuatnya tidak bisa melakukan kemampuan healing dengan baik. Tiba-tiba mata Lavina terbuka, gadis itu terbatuk dan mengeluarkan banyak darah dari mulutnya. Ia tersenyum ketika matanya menangkap sosok Xaviera. Mulut gadis itu terbuka, dengan terbata-bata ia mengucapkan selamat tinggal pada adik perempuannya. "Selamat tinggal Xaviera, kini aku bisa mati dengan tenang setelah melihatmu baik-baik saja," kata Lavina, sedetik kemudian matanya terpejam. Xaviera yang melihat hal itu menangis keras, terlebih dirinya tidak bisa merasakan nadi dan napas dari Lavina. Semua orang yang ada di sana tak kalah terkejut dengan

