Luke membaringkan Delucia di dalam kamar lalu duduk di samping gadis itu. Kedua tangannya menggengam jemari lentik milik Delucia. Air matanya sedari tadi tumpah, membuat matanya merah karena terlalu banyak menangis. Penampilannya sangat berantakan karena bekas pertarungannya tadi dengan para iblis. "Maafkan aku, aku gagal melindungi, Delucia. Maafkan aku ..., " lirih Luke dengan nada penuh penyesalan. Ia mengangkat tangannya, membelai wajah Delucia yang tampak pucat, kedua mata gadis itu masih terpejam dan akan terpejam selamanya. Luke kembali terisak, kini ia kehilangan alasannya untuk tetap bertahan hidup. Delucia telah meninggalkannya. Luke menyesal karena tidak pernah mengungkapkan cintanya pada si gadis secara terang-terangan. Ia menyesal karena selama ini dirinya selalu bersifa

