Xaviera duduk termenung setelah memakamkan Blade dan memindahkan makam tiga saudarinya dari atas bukit. Gadis itu duduk di taman istana yang masih kotor akibat pertarungan semalam. Ia menatap kalung miliknya. Menggenggamnya erat. Air matanya kembali turun, ia teringat akan semua kenangannya bersama Blade. Xaviera memejamkan kedua mata, ia masih bisa merasakan pelukan Blade yang hangat. Seketika kalung ia digenggamnya terbang, melayang ke atas dan saat itu muncul kunang-kunang yang meneranginya di kegelapan malam. Kunang-kunang tadi mengelilingi seluruh tubuh Xaviera. Ia bangkit, satu tangannya meraih kalung yang melayang tadi dan cahaya menyilaukan muncul. Xaviera kembali memejamkan kedua matanya, pakaiannya seketika berubah menjadi sebuah gaun panjang berwarna ungu dengan aksen binta
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


