"Uhuk .... " Sekali lagi Xaviera terbatuk darah karena serangan dari raja iblis yang mengarah padanya. Tubuhnya benar-benar hancur saat ini, bahkan untuk berdiri pun rasanya Xaviera tidak sanggup. Ia hanya bisa terduduk di sudut kurungan dan memegangi bagian perutnya yang kembali nyeri. Wajahnya kini bahkan bisa dikatakan hampir hancur karena darah kering dan beberapa lebam kebiruan menghiasi keseluruhannya. Ia meringis karena sakit ketika mencoba berdiri, rasa ngilu menjalar di seluruh kaki. Kurungan yang semula luas seolah berubah menyempit. Raja iblis masih menatapnya dengan tatapan marah. Salah satu telapak tangannya mengeluarkan cahaya putih yang berbentuk seperti bola. "Katakan padaku bagaimana cara mengaktifkan alat itu sekarang juga, bocah. Atau kau akan kembali merasakan saki

