Xaviera duduk di atas atap rumah malam ini, menunggu seseorang yang tadi ia panggil seusai makan malam. Ia sibuk memandangi indahnya bulan purnama yang cahayanya cukup kenyilaukan mata. Bintang yang bertaburan juga memperindah langit malam. Tak lama kemudian, Blade muncul dari belakang. Ikut duduk di samping Xaviera yang masih tidak mengalihkan pandangannya pada dewi malam. Blade memandangi wajah Xaviera yang terlihat gelisah. Lelaki itu menepuk pelan pundaknya. "Apa yang kau pikirkan?" Xaviera menoleh lalu memperlihatkan senyuman termanis miliknya. "Tidak ada, aku hanya merasa sedikit gelisah, tapi aku tidak tahu apa yang membuatku merasa gelisah." Blade memberanikan diri untuk merengkuh gadis manisnya. Menyandarkan kepala gadis itu ke dadanya yang bidang. Xaviera tiba-tiba teringat

