19. Tamparan

1232 Kata
“Itu belum go public. Gue mau lo bersikap manis sama gue didepan Eca, dan gue mau lo ngomong kalau lo sayang gue didepan Eca!!” “Jadi mau lo apa Stella?” tanya Aby. Ia sudah mulai jengah menghadapi gadis dihadapannya ini. “Lo bisa ngelacak Eca dimana kan? Sekarang lo lacak dia dimana. Kita samperin dia, pura-pura aja kebetulan ketemu. Terus lo kenalin gue sebagai pacar lo!” pinta Stella. Aby menatap gadis itu tak percaya “LO GILA LA?” teriak Aby. “Terserah. Kalau lo gak mau nurutin ucapan gue, gue tinggal nelpon mami terus gue bilang deh buat gagalin rencana lo soal--” “OKE!” potong Aby cepat. Ia masih lebih mementingkan hal itu dibandingkan perasaannya dan juga perasaan perempuan yang ia cintai. Ia segera membuka ponselnya dan melacak keberadaan Eca dengan sebuah aplikasi. “Ikut gue!” ucap Aby kemudian berjalan ke mobilnya. Persahabatannya kini rusak karena gadis disampingnya, hubungannya dengan Eca juga renggang karena gadis itu. Jika ada laki-laki lain yang tahu hal ini, ia bisa pastikan ia akan kehilangan Eca. Aby melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang membelah jalanan menuju tempat Eca berada. * * Aby memarkirkan mobilnya. Ia tertegun melihat sebuah mobil tepat disampingnya, pajero silver, seperti mobil Ken. Atau hanya kebetulan sama saja? Jika memang benar Eca sedang bersama Ken, hancur sudah semuanya. Ken pasti akan membencinya. “Ayok masuk. Lo harus mesra sama gue!” ucap Stella sambil merangkul lengan Aby. Aby berusaha melepaskan rangkulan tangan Stella namun Stella justru menguatkan rangkulan itu. “Kalau lepasin rangkulan gue, gue pastiin rencana lo buat kuliah di luar negri gagal!!” ancam Stella dan berhasil membuat Aby bungkam. Aby menuruti langkah Stella masuk ke kafe itu. “Itu Eca sama siapa? Cowoknya?” tanya Stella. Aby mengikuti pandangan Stella, benar ternyata dugaannya. Eca sedang bersama Ken saat ini. “La, jangan sekarang.” ucap Aby sambil berusaha melepas rangkulan tangan Stella. Namun tanpa disangka-sangka Stella justru melepaskan rangkulan tangannya, gadis itu berjalan mendekati meja Eca.. “Ah cewek b******k!!” umpat Aby frustasi. “Ekh lo cewek yang waktu itu di mall kan?” Aby berjalan dibelakang Stella yang kini sedang menegur Eca dan juga Ken. “Iya.” jawab Eca pendek sambil menyendokkan eskrim lagi kedalam mulutnya. “Gue kira lo selingkuhannya Aby, ternyata lo juga punya cowok udah..” ucap Stella membuat Ken mendelik padanya. “Selingkuhan Aby? Punya cowok? Maksud lo--” “Lo pacarnya dia kan? Kenalin gue Stella pacarnya Aby, lebih tepatnya calon tunangan sih” Stella mengulurkan tangannya pada Ken. Aby cuma bisa terdiam berdiri dibelakang Stella. “Lo!!” Ken berdiri kemudian menarik kerah baju Aby “Maksud lo apa?” tanya Ken dengan suara pelan. “Bang, udah. Eca udah tau kalau dia memang pacarnya kak Aby..” ucap Eca pelan berusaha menenangkan Ken. “Kenalin Ken, Stella pacar gue” sahut Aby pelan. Ia merasa bersalah pada sahabatnya itu. Ia tidak bermaksud untuk menyakiti perasaan Eca, namun keadaan yang membuatnya seperti ini. “Maaf ya abang-abang. Lo jangan sentuh cowok gue kayak gini dong.” sahut Stella sambil melepaskan tangan Ken di kerah baju Aby. “Ayok Ca kita pulang!” Ken segera menarik tangan Eca menjauhi tempat itu “Kak Aby, Eca duluan ya..” teriak Eca dengan senyum yang.... sedikit dipaksakan. “PUAS LO?” teriak Aby, membuat mereka berdua menjadi tontonan gratis di kafe ini. Stella menggeleng “Gue belum puas! Karena lo belum jadi milik gue seutuhnya!!” “LO SAKIT LA!” sungut Aby kemudian keluar dari kafe laknat itu. * * “Aby pulang maahh..” teriak Aby kemudian berjalan masuk kerumahnya. Ani menyambutnya dengan sumringah. “Aby sini deh, mamah mau cerita.” Ani menarik anak semata wayangnya itu untuk ikut bersamanya di ruang makan. “Apaan mah?” tanya Aby tulus. “Tadi tante Tasya datang kesini. Dia bilang dia akan bantuin kamu supaya bisa kuliah di Amerika. Tapi kamu harus pacaran sama Stella. Jadi mamah rasa mamah akan setuju perihal pertunanganmu sama Stella.” jelas Ani. Aby terdiam. Sekarang mamahnya berada dipihak Stella. Ia tidak akan bisa mundur dari perjanjian itu kalau gini caranya. “Jadi kamu harus baiki-baikin Stella ya, kamu harus sayang sama Stella kayak kamu sayang sama mamah..” pinta Ani. “Mah, kalau Aby suka sama cewek lain gimana? Kalau Aby sayangnya sama cewek lain gimana?” tanya Aby pelan. Ani menggeleng “Kamu harus lupain cewek itu. Kamu harus bisa terima Stella. Stella itu pasti cewek baik. Penilaian mamah selama ini salah soal dia.” “Ya sudah, kamu ganti baju,solat terus turun makan. Oh iya, tadi tante Tasya bilang, sore ini Stella harus ke salon. Jadi kamu bisa anterin dia ya, kamu harus jemput dia dulu.” “Tapi mah--” “Udah, mamah gak terima penolakan.” potong Ani cepat. * * Aby dan Stella berjalan santai di mall. Setelah dari salon, Stella ingin mengajaknya untuk berbelanja “Lo mau belanja apa sih La?” sungut Aby. “Gue? Gue mau belanja baju, sepatu--” Aby memutar bola matanya jengah, “Coba lo itu kayak Eca, gue ajak ke mall dia malah bingung mau belanja apaan.” Stella menatap Aby tajam “Gue Stella bukan Eca si cewek gatel itu!” “Udah, lo tinggal nemenin gue ajaa bawel banget.” sahut Stella mulai kesal. “Oke! Gue bakalan temenin lo belanja. Tapi gue mau ke toko buku dulu. Ada yang mau gue beli soalnya!” sahut Aby cepat kemudian berjalan terlebih dahulu didepan Stella. Aby berjalan menyusuri rak-rak buku di toko buku sebuah mall. Ia melihat seseorang yang sangat ia rindukan saat ini. Aby menoleh ke sekelilingnya. Bagus, Stella lagi ngilang. Aby berjalan cepat menghampiri orang itu “Eca..” Gadis itu menoleh, ternyata benar orang itu adalah Eca. “Lo sama siapa?” “Kak Aby? Gue sama--” “Dia sama gue kesini!” potong seseorang dari belakang Eca. “I..iya gue sama dia kak. Lo gak sama Stella?” tanya Eca sambil mencari keberadaan gadis itu. “Gue disini.” seru Stella dri jarak 2 meter dibelakang Aby seraya melambaikan tangan pada Eca. Stella berjalan mendekati mereka bertiga. “Hai. Lo pasti pacarnya Eca ya? Oh ya Ca, sorry ya soal tadi siang, gue kira itu pacar lo ternyata abang lo. Tapi yang ini pasti pacar lo kan?” Stella menanyakan pertanyaan beruntun.   “Gue Devan.” jawab Devan singkat. “Kenalin kak, dia Devan pacar gue!” ucap Eca cepat membuat Aby melongo mendengarnya. “Oh ya? Wahh gue gak nyangka ya, pacar lo ternyata ganteng juga.” sahut Stella. “Ca? Lo bohong kan?” tanya Aby. “Lo sengaja gini biar gue cemburu aja kan?” cerocos Aby. Eca menggeleng kemudian tersenyum “Ya kali kak, kurang kerjaan banget gue kayak gitu. Lagian kan gak ada gunanya gue buat lo cemburu. Lo kan pacarnya Stella.” jawab Eca. “Jadi lo beneran pacaran sama Devan?” tanya Aby. “Iya! Dia pacar gue!” jawab Devan sambil merangkul bahu Eca. “E...ee.. ya udah kak, gue sama Devan duluan ya. Stella duluan ya..” seru Eca. “Hai Caca..” sapa Aby tersenyum pada seorang gadis yang kini sedang berdiri dibelakang Devan dan juga Eca. Wajah Eca nampak terkejut mendengar sapaan Aby. Eca menoleh menatap sahabatnya.. Plaakk.. “Gue keluar dari tim basket lo! GUE BENCI LO CA!” * *  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN