Setelah selesai bertemu dengan pengurus pesantren, kini Jelyn, Calvin dan seorang pengurus pesantren tersebut sedang berjalan menuju ke kamar santri yang akan dibimbing oleh Jelyn. Tak lama berjalan, mereka pun tiba di depan pintu kamar santri tersebut. "Sebentar ya bu Jelyn, pak Calvin. Saya akan panggil beliau terlebih dahulu," ucap bu Mira pada Calvin dan Jelyn. Calvin dan Jelyn pun mengangguk. Bu Mira lalu mengetuk pintu kamar santri tersebut. Tok Tok Tok "Assalamualaikum," ucap bu Mira. Ceklek! Tak lama pintu pun dibuka dan keluarlah seorang pria dari kamar tersebut. Seorang pria yang diperkirakan usianya hampir sama seperti Calvin bahkan mungkin seumuran dengan Calvin. "Ada apa?" tanyanya datar. Bu Mira tersenyum. "Begini pak, jadi kami sudah menemukan guru pengganti yang

