Arzam akhirnya tiba di rumah. Ia lalu turun dari mobilnya. Ia kemudian mengedarkan pandangannya ke sekelilingnya. “Mobil Calvin belum ada. Itu artinya dia belum pulang,” gumam Arzam. Arzam lalu menghela nafasnya. “Gue bersih-bersih aja deh,” gumam Arzam. Arzam lalu melangkahkan kakinya memasuki rumah dan melakukan bersih-bersih. ............ Calvin tersenyum dengan senyuman yang sulit untuk diartikan. “Tidak Jelyn. Semuanya untuk kamu. Saya hanya membantu mencarikannya saja tadi. Lagian pembantu saya sudah memenuhi semua belanjaan di rumah. Jadi itu untuk kamu saja semua,” ucap Calvin. Jelyn benar-benar meerasa tidak enak dengan Calvin. “Ya Allah pak ini terlalu banyak. Saya benar-benar tidak enak sekali pak. Pasti bapak habis banyak untuk membelanjakan semua ini untuk saya,” ucap

