“Yang dikatakan mama benar. Akulah yang saat itu yang menjadi korbannya. Lalu aku mengerjai balik kedua orang itu,” jawabku dengan jujur. Darren mengangguk karena jawaban jujur dari Salsa. Selly hanya bisa tertawa membayangkan mereka bertengkar. Jika Selly melihat kejadian itu kemungkinan Selly akan tertawa terbahak-bahak. “Syukurlah keadaan Darren baik-baik saja. Mama tinggal ya. Mama ingin membalas email dari pelanggan,” ucap Selly. “Mau diantar?” tanyaku. “Tidak perlu. Kamu sini saja bersama bayi tuamu,” jawab Selly yang menyindir Darren. “Baik ma,” sahutku. Setelah Selly keluar dari kamar. Salsa menggelengkan kepalanya. Salsa akhirnya tertawa terbahak-bahak. Melihat Salsa yang tertawa terbahak-bahak. Darren tersenyum manis. “Sepertinya kamu membuat p

