"Apa yang kita minta belum tentu yang terbaik. Akan tetapi, apa yang Allah beri sudah pasti yang terbaik." ---- "Kak, gimana keadaan Kak Rayhan?" Alinna menatap cemas ke arah Ashraf. Sesaat setelah mendapati sang suami yang tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri, ia langsung menghubungi Ashraf saat itu juga. Meminta pria itu untuk segera datang ke rumahnya demi memeriksa secara intensif kondisi kesehatan sang suami. Ia hanya takut sesuatu yang buruk terjadi. Mengingat beberapa hari belakangan Rayhan memang begitu sering tidur larut malam karena menyelesaikan deadline pekerjaannya. Mana tahu, ini yang menjadi penyebab sakit sang suami. "Rayhan kurang tidur apa gimana?" Ashraf malah balik bertanya. "Tekanan darah Rayhan drop banget. Setauku, dia nggak pernah sampai gini sebelumnya." Alinna

