"Aku butuh kamu yang mengerti apa yang tengah aku rasakan tanpa harus aku ceritakan." ----- Alinna mengembuskan napas panjang. Matanya terpaku pada satu benda pipih berwarna putih yang sedari tadi ia pegang. Pada indikator yang tersedia, tampak jelas hanya ada satu garis merah yang muncul di sana. Ya, ini mungkin testpack kesekian yang akan ia buang begitu saja. Hampir memasuki bulan ketiga pernikahan, belum ada tanda-tanda sedikit pun kalau dirinya akan memiliki momongan. Padahal, di bulan ini, Alinna sudah berbahagia karena mengalami telat menstruasi hampir dua minggu lamanya. Tapi, begitu diperiksa, tetap saja hasilnya nihil. Rayhan : [Sayang, Kamu lagi apa? Maaf baru kasih kabar. Kerjaan aku baru aja selesai] Sebuah pesan singkat dari Rayhan langsung menarik kesadaran Alinna yang

