Tiga Puluh Tiga: Yes, Aku Mau

1847 Kata

Dio melangkah dengan yakin menuju ruangan Ega. Sesuai janji yang mereka bicarakan melalui sambungan telepon. Hari ini mereka akan bertemu. "Pak Ega nya ada?" Tanya Dio pada sekretaris Ega yang berada di balik meja, depan ruangan Ega. "Pak Ega ada, Mas Dio sudah di tunggu" ucap sekretaris tersebut yang memang sudah mengenal siapa sosok Dio. Dio mengangguk, lalu mengetuk pintu ruangan Ega kemudian membukanya. "Siang om" sapa Dio sambil melangkah masuk dan menutup pintu ruangannya lagi. "On time. Good" Dio hanya tersenyum samar lalu duduk di kursi, tepat di hadapan Ega yang juga duduk di kursi kebesarannya. "Jadi, hal penting apa yang mau kamu bicarakan?" Ega memang tidak berbasa-basi, terlebih pada orang yang sudah dia kenal dekat. "Begini om, tanpa Dio jujur dan jelaskan, om juga pa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN