Song Hari tertawa, ia bahkan terbahak-bahak mendengar penuturan Hyeso yang terdengar begitu lucu buatnya. Seolah memiliki kepribadian ganda, Hari bisa menghentikan tawa yang sebelumnya meledak-ledak dengan cepat. Tergantikan dengan ekspresi wajah yang dingin juga menakutkan kemudian. Tangan kecil Hari dengan cepat mendorong bahu Hyeso hingga kembali membentur dinding di belakangnya, gadis itu meringis karena apa yang ia rasakan kali ini jauh lebih sakit daripada sebelumnya. "Kau pikir aku akan percaya dengan apa yang kau katakan? Kau pikir aku akan menjadi seperti pecundang yang dengan mudahnya mengiyakan segala perkataanmu?" Song Hari bertanya dengan nada rendah dan dingin. Seringai tipis terlihat jelas di wajah si gadis Song, raut wajahnya terlihat amat berbeda dengan apa yang ia lih

