Aku mematung sejenak, mencerna kalimat terakhir yang diucapkan Durward bernama Gradgil tersebut. Orang yang telah membunuh saudaranya. Kehilangan keabadian. Putra Penyihir Terkutuk. Aku menoleh cepat ke arah Elgan dengan mata terbelalak. Aku tidak ingin berspekulasi macam-macam dalam keadaan seperti ini, tapi pikiran-pikiran itu tetap tidak mau enyah dari kepalaku. Masuk bersamaan dan terus bercokol di sana hingga membuatku pusing. Elgan sedang tersenyum masam menatap Gradgil yang merentangkan kedua tangannya. Perlahan sebuah senjata terbentuk di tangan kanan sang penjaga gerbang, seperti baru dipanggil dari dimensi lain. Senjata itu semakin memadat sampai membentuk sebuah sabit. Kautahu sabit maut yang biasa digunakan dewa kematian? Nah, kira-kira seperti itulah rupanya. Gradgil terb

