"Aku nggak salah dengar kan sayang?" Fariq menatap wajah istrinya yang terlihat datar-datar saja. "Nggak, pemikiran ini ada sejak Arkan berusia dua bulan, melihat tumbuh kembangnya yang pesat, rasanya aku tidak mau kehilangan momen membahagiakan melihat tahap-tahap ia tumbuh dan berkembang," jawab Aca saat tiba-tiba saja dia mengatakan akan mengundurkan diri dari perusahaan dan mengasuh penuh Arkan. Fariq jadi terlihat bingung, meski jujur ia sangat senang dengan keputusan istrinya tapi ia tahu siapa Aca, bagaimana sepak terjangnya memimpin perusahaan. "Kamu mau aku jauh dari Arkan dan babysitter yang mengasuhnya?" tanya Aca terlihat bingung menatap wajah suaminya yang seolah menyayangkan keputusannya. "Nggak sayang, nggaaak, aku bahagia, aku senang akhirnya itu keputusanmu, tapi, t

