Tiga puluh lima Gabrian pergi begitu saja, Jamima baru saja ingin mengatakan bahwa memang seharusnya Gabrian dan Jelita tak tinggal bersama sebelum hari pernikahan mereka tiba. Untung saja Gabrian pergi sebelum Jamima mengatakan hal itu, kalau tidak segalanya pasti jadi sangat kacau. Gabrian kembali ke kostan Jejaka, dia pasti akan lebih nyaman berada di sini bersama Duta dan Galih. Cowok itu masuk ke dalam, nampaknya semua jejaka lapuk tengah berada di kampus saat ini. Gabrian merebahkan diri di atas tempat tidur. Mak kost yang sedang bersih-bersih mengejutkan Gabrian yang sedang melamun. “Gitu aja kaget, lagi ngelonjor ya?” selidik mak kost. “Ya kan lagi rebahan, pasti ngelonjor!” sahut Gabrian konyol. “Yee, maksud gue ngelamun jorok! Hahahaha!” mak kost mengepel lantai kamar Gabria

