Jamima dan Sel Jahatnya

1444 Kata

Delapan Puluh Siang itu akhirnya kedua orang tua Jamima pamit untuk kembali ke Semarang. Tapi, Tian sejak pagi tidak ada di rumah. Akhirnya Gabrian mengantarkan mereka ke stasiun bersama Jamima. Jelita tak diizinkan ikut oleh si nakal Jamima. Dia pasrah saja karena tak ingin orang tuanya pusing melihat begitu banyak perdebatan diantara mereka berdua. "Mbak Ndak usah ikutan!!!" Ucap Jamima saat Jelita sudah siap dengan baju, jilbab dan sepatu ketsnya. Nimas memeluknya erat, berpamitan pada si sulung yang begitu dia sayangi. Begitupun Pandi, dia membalas uluran tangan Jelita dan mengusap kepalanya. Kejadian pagi tadi akhirnya diselesaikan dengan sebuah kesepakatan bersama yang dirasa bisa diterima oleh kedua belah pihak. Pandi ingin cepat-cepat menikahkan Jamima dengan Gabrian karena ai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN