Dua puluh delapan Sang supir menyapa Jelita. “Hola!” sapanya dengan ramah dan menampilkan deretan gigi kuningnya. Jelita membelalak. Gabrian terkekeh dan membalas sapaan pria berumur kira-kira empat puluh lima tahun itu. “Hola!” ujar Gabrian sombong. Bapak supir itu menyalakan musik, seketika mengalun musik dari tarian tango yang indah dan menyejukan hati pendengarnya. Gabrian mengikuti nadanya karena terbawa suasana, sementara sang supir terus saja mengacungkan jempolnya. “Gracias, Gracias!” ucap Gabrian menyombongkan diri di depan gadis yang duduk di sampingnya. Mereka melewati deretan bangunan yang tampak usang namun pasti menyimpan banyak sejarah peradaban penduduk Buenos Aires. Bahasa yang mereka gunakan adalah bahasa spanyol. Namun, sebagian besar penduduk yang berhubungan la

