Lima puluh delapan “Ta, kamu kapan dateng?” tanya Gabrian gugup. “Ada apa? Kamu belum jawab pertanyaan aku. Ada apa?” “Enggak ada apa-apa kok.” “Mobil baru apa? Jangan bilang adik aku minta mobil dari kamu?” “Ah, enggak! Dia enggak minta apa-apa, kamu pasti salah denger.” “Masa sih?” “Iya, yaudah masuk yuk! Mendung nih, bentar lagi hujan kayaknya.” Ajak Gabrian. “Bener enggak ada apa-apa?” “Bener kok, bener!” “Ehm, yaudah.” *** Jelita nampak jelas curiga pada Gabrian dan Jamima. Apa sebetulnya yang tengah mereka bicarakan tadi sampai harus menghindar dari orang rumah. Bicara di sisi samping rumah yang jarang di datangi orang. Nampak Jamima lewat di depannya. "Mima!" Seru Jelita, gadis itu bergegas menghampirinya. Jamima memutar bola matanya. Sebal karena Jelita pasti mulai

