Empat puluh empat Jelita lagi-lagi dihadang oleh Rere and the gang. “Heh, anak baru sini lo!” bentaknya kasar. “Maaf, Re aku ada kelas pagi ini.” Jelita ingin cepat menghindari gadis gila yang sudah pernah menjambak jilbabnya itu. “Berani banget lho sebut nama Rere?” tukas teman satu ganknya yang sama menyebalkannya. “Maaf, tapi namanya kan memang Rere, jadi aku harus panggil apa?” “Enggak usah deh elo sebut-sebut nama gue! Enggak level! Sadar lo?” Jelita menunduk dan berkali-kali mengernyit karena bentakan Rere di depan wajahnya. “Gue kan dah bilang kalau Gabrian itu cowok gue, inget kan lo?” “Iya, aku inget kok.” “Kalau inget kenapa masih elo sosor juga? Hah? Elo lonttee apa gimana? Enggak tahu malu, kasian jilbab elo tuh!” Jelita tak tahu harus jawab apa. “Enggak usah berke

