Azriya menggeliat saat merasakan sebuah tangan besar melingkar di perutnya. Wanita cantik itu dengan perlahan mengerjapkan kelopak mata, sehingga ia langsung mendapati Gavriel memeluk tubuhnya dari belakang. "Dia tidur setelah mandi tadi?" gumamnya. Wanita cantik itu melarikan pandangannya pada jam yang bertengger di dinding, ternyata masih ada lima belas menit lagi untuk makan malam. Azriya mulai menggoyang-goyangkan tubuh atletis itu, sehingga membuat sang empunya terusik. "Kenapa?" tanyanya dengan suara serak seraya semakin mengeratkan pelukannya. Sedangkan Azriya sontak membelalakkan mata, berada di posisi se-intim ini tentu saja membuatnya sesak napas. "Ih, Gav! Sebentar lagi jam makan malam, loh." "Aku bisa meminta maid mengantarkan makan malam kita ke kamar. Bagaimana? Kau ter

