Hujan deras dan guntur yang bersahut-sahutan semakin membuat suasana malam ini mencekam. Beberapa kali bocah berumur enam tahun itu nampak gelisah lantaran tidak bisa tidur, sehingga ia memutuskan untuk menghubungi Daddy dan sang Aunty untuk menemaninya tidur malam ini. Tidak seberapa lama kemudian, Azriya sudah tiba dengan langkah tergopoh-gopoh. Ia langsung memeluk Austin yang ketakutan. Setelahnya, pintu kembali terbuka, dan ternyata Gavriel yang masuk. "Loh, kamu ngapain?" tanya Azriya dengan raut terkejut lantaran Gavriel yang tiba-tiba masuk ke kamar Austin. Pasalnya saat ini wanita cantik itu hanya mengenakan piyama berbahan tipis tanpa underware. Piyama tanpa lengan dan panjang satu jengkal dari pinggulnya itu jelas saja meg-ekspose tubuh seksinya. "Austin tadi telepon kalau ng

