BAB 22

3351 Kata

Hanya keheningan yang terjadi selama beberapa menit di ruang tunggu rumah sakit. Berulang kali Rio menghela nafas panjang menanti pintu dibuka. Mata tajamnya terus berputar melirik Ello dan Ghani yang masih diam tanpa mengucapkan apapun. Lalu ada Fathur dan tim kesebelasan kampusnya yang duduk menunggu dengan wajah tertunduk. Juga Alif yang hanya diam dengan rasa bersalah. Rio masih mengingat dengan jelas kejadian tadi. Saat dia ingin mengucapkan selamat pada Erro, dia malah menemukan Erro tergeletak pingsan di tangga pintu keluar. Seketika Rio berteriak meminta pertolongan. Bahkan dia sendiri yang menggendong Erro dan membawanya ke rumah sakit bersama Fathur. Hanya mereka saja yang tahu. Tidak dengan orang-orang lain yang bergerombol di stadion. Tidak juga Echa dan yang lainnya. Rio sem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN