“Kau bisa lakukan hal ini bukan?” Tanyaku pada opsir Dean. “Tentu asalkan-” “Apa?” Sebelum si rubah licik itu mengajukan saratnya tanya beserta tatap tajam detektif Jo mendahuluinya begitu. “Harus ada bayaran untuk itu...” “Kau ingin memeras seorang detektif? Begitu??” “Tchh... itu tidak bisa di sebut memeras, aku hanya minta balasan atas jasa yang kulakukan” Balasnya dengan sangat tak tahu malu sekali. “Kau pikir dengan kau yang menerima banyak barang antic, dengan cara memeras begitu, aku akan tinggal diam saja hah???” “Cukup dengan satu kesaksian jaksa bodoh yang sampai tertipu saja.... kau bisa di tuntut sebagai kaki tangan dan melakukan tindak pemerasan!” Balas detektif Jo, aku jelas langsung mendelik kepadanya, bisa-bisanya dia mengataiku ‘jaksa bodoh begitu’ “Itu

