“Hhhh... Hhhhh...” Dengan napasnya yang masih tersenggal-senggal Gadis kembali masuk ke dalam rumahnya. Dan telah nampak dua pria yang tengah duduk dengan wajah bantal mereka. “Kau dari mana saja?” “Ahh bisa ambilkan aku air tidak?” Bryan yang tak tahu menahu apa yang baru saja terjadi pada Gadis, malah dengan seenaknya menyuruhnya begitu. “Kau- kau tahu tidak-.... huftttt” Ingin dirinya untuk melampiaskan amarahnya pada Bryan atas apa yang telah di lakukan oleh ayahnya itu. Tapi apa jadinya kalau ia sampai melanggar apa yang sudah di janjikannya tadi kepada orang yang sudah membuatnya ketakutan setengah mati. “Ahh ambilah sendiri, kau masih punya kaki kan??” Balasnya begitu, “Kaki-... Tunggu, ada apa dengan kakimu??? Kenapa kau berjalan terpincang-pincang begitu???” Ta

