“Kau-“ “Kau detektif itu bukan?” “Kau yang akan membebaskanku kan?” Dokter Park langsung bertanya demikian kepada Detektif Jo yang saat ini mulai sibuk dengan peralatannya. Bukan peralatan untuk memperbaiki monitor seperti pekerjaan samarannya itu, melainkan dengan beberapa alat pengaman, juga radio untuk berkomunikasi dengan Bryan yang sedang berjaga dan menunggu gilirannya ‘bermain’ di luar sana. “Pakai ini...” Tanpa babibu Detektif Jo langsung memakaikan anti peluru pada tubuh dokter Park, “I-ini... untuk apa ini?” Dokter Park seketika di buat sangat gugup, bahkan suara ‘gulp’-nya terdengar cukup jelas saat ia menelan ludahnya yang jadi sangat sulit itu. “Apa akan ada tembak menembak di sini?” Terkanya, dengan matanya yang berubah jadi bergetar, sudah membayangkan kekac

