“Jadi apa aku harus mengurus pesanan kokain ayahmu?” Tanya Gadis begitu dengan canggungnya kepada Bryan, “....” Bukan balas yang di dapatnya, karena Bryan kini malah menunduk, memperhatikan kakinya yang sedang menendang-nendang pagar pembatas jalan. “Waaah lucu sekali dunia ini, aku bekerja denganmu untuk memberantas narkoba, tapi aku juga harus bekerja untuk mengurus pesanan narkoba untuk ayahmu...” Gadis benar-benar merasa kalau semua ini adalah sebuah komedi, semua kebetulan itu sangatlah tak terbayang olehnya akan sampai terjadi. “Semarah apa pun kau kepadanya, aku harap kau tak akan melakukan hal gila” Tiba-tiba saja Gadis berkata begitu, sampai Bryan jadi melemparkan tatap yang tak bisa di artikan kepadanya. “Kita masih belum tahu apa alasan di balik ayahmu melakukan

