Tok tok tok Pintu kamar Gadis itu di ketuk Bryan, “Gadis boleh aku masuk?” Tanyanya, dan belum sampai Gadis memberikan jawabannya, Bryan sudah langsung saja membuka pintu itu, bahkan kepalanya terlihat mencuat masuk ke dalam, memeriksa sososk yang di lihatnya sedang berbaring saja dengan pandangan kosongnya, tengah melamunkan sang kekasih beserta segudang perasaan bimbangnya. “Gadis...” “Ini ayammu” Ucap Bryan dengan mengacungkan ayam pedas juga cola yang semula begitu di inginkannya. “Aku tak sedang ingin ayam” Balasnya tanpa mengalihkan pandangannya, betah matanya menatap tembok yang tengah terkena sinar matahari yang sudah mulai meninggi saat ini. “Kenapa kau jadi labil seperti ini sih” “Sebentar begini sebentar begitu” “Jangan marah dan jadi mogok makan begini, aku

