Brakkkk Dengan kasar ia membuka pintu besar dari ruangan utama seorang pejabat yang amat di hormati itu. “Hhh...” “Apa kau tak bisa sedikit lebih pelan?” Tanyanya dengan nada yang begitu tenang, berbanding terbalik dengan sang Putra yang kini tengah di rundung oleh banyak emosi yang ingin di luapkannya. “Apa ayah tak ingin menjelaskan sesuatu kepadaku?” Tanyanya langsung begitu, masih dirinya memiliki sedikit harapan akan adanya sebuah penjelasan dan pembenaran atas apa yang baru saja di ketahuinya tentang ayahnya itu. Tapi nampaknya Sang Jaksa Agung tak memiliki hal itu, ia bahkan kini masih terpaku pada apa yang tengah dengan focus di bacanya. “Ada hal-hal yang tak memerlukan sebuah penjelasan, dan harus di biarkan menjadi sebuah tanya saja seperti mengapa ada kelahiran da

