Benar-benar tak di sangka sekali, apa dia benar-benar sudah menaruh perasaan pada Gadis? Bagaiamana ia bisa dengan gilanya membeli makanan manis seperti itu untuk perempuan di club malam seperti Gadis. “Dia... apa dia memproduksi narkoba baru dalam bentuk permen begitu?” Tanya Detektif Jo sambil menatapku dengan herannya, karena ia yang tak tahu menahu soal si permen kapas yang kini sedang di bawanya masuk ke dalam itu. “Itu untuk Gadis...” Balasku masih dengan semua rasa tak percayaku akan sikap si bandar yang ternyata mau melakukan hal-hal seperti itu. “Yang benar saja??? Seharusnya dia bawakan uang yang banyak saja untuknya, atau minta vila seperti yang di janjikannya saat itu, atau mungkin racikan narkoba yang sedang di produksinya” Benar juga apa yang di ucapkan oleh detek

