Ryan mengetatkan rahangnya dan dengan mudah menghentak pintu kamar Emely yang terkunci dari dalam. Begitu masuk, Ryan sudah siap memperingatkan anak gadisnya yang sudah berani membolos sekolah. Ryan memang sangat menyayangi putrinya semata wayangnya itu, tetapi dirinya sama sekali tidak senang da tidak akan menoleransi sikap Emely yang satu ini. Bagi Ryan, pendidikan tidak bisa dijadikan sebagai hal yang main-main. Tentu saja, karena Emely yang membolos untuk pertama kali ya dalam hidupnya, sudah lebih dari cukup membuat Rya marah besar. Della berlari di belakang Ryan dan mencegah suaminya itu yang kini sudah dipastikan tengah marah pada Emely. Della tidak mau sampai Ryan bertindak kasar pada putri mereka yang beranjak remaja itu. Ryan menoleh dan menatap wajah Della yang masih sa

