"Pergi, dan jangan pernah berani memanggilku dengan sebutan Ibu! Kau tidak lagi berhak memanggilku seperti itu lagi!" teriak Lea murka. Teriakan Lea bahkan bergema di sepunjuru ruang rawat Della. Ruang rawat yang tentu saja mahal dan privat. Lea mendorong Ryan yang sejak tadi berlutut di hadapannya. Tidak mau lagi melihat putranya yang sudah sungguh melukai perasaannya. Lea terus mendorong bahu dan d**a Ryan agar menjauh dan beranjak dari posisinya. Ini kali pertama Lea bersikap sekasar ini pada Ryan putranya yang sangat ia sayangi dan banggakan. Leon berada di sampingnya dan tidak mengambil tindakan apa pun. Kemarahan Lea memang bukan tanpa alasan. Kini Lea sudah tahu kondisi Della, ia juga tahu apa yang telah terjadi antara Della dan Ryan. Lea bahkan tahu detail dari rencana yang Ryan

