Beralih pada Ryan, kini pria itu tengah menggenggam tangan Della dengan begitu eratnya. Memastikan jika bukan hawa dingin yang menandakan kematian yang ia rasakan, melainkan sebuah kehangatan pendanda kehidupan yang nyata. Ryan menciumi buku-buku tangan Della dengan lembut. "Bangunlah, aku ingin melihat matamu. Dan apa kau tidak bosan menutup matamu seperti itu? Cepatlah bangun. Seperti yang Madre katakan tadi, ada kabar baik yang tengah menunggumu." Ryan mengalihkan pandangannya dari wajah jelita Della dan menatap perut Della yang masih datar. Salah satu tangan Ryan terulur dan mengusap bidang tersebut dengan penuh kasih. Ryan pun memberikan sebuah kecupan di sana, sebelum Ryan kembali menatap wajah Della dan melirik pada leher Della yang diperban. Ryan mengetatkan rahangnya. Men

