Tiga hari berlalu. Pagi-pagi seusai sarapan, Malvino berpamitan pada Audrey untuk berangkat ke galeri. Setelah memberikan ciuman rutin di pagi hari teruntuk wanitanya sebelum berangkat, kini Malvino pun melangkah menuju mobilnya seusai membalas lambaian tangan sang wanita yang sudah memutuskan untuk kembali masuk ke dalam. Lalu, saat pria itu baru saja hendak membuka pintu mobilnya. Tanpa diduga, seseorang datang dari arah belakang sambil memiting leher Malvino disertai dengan sebilah pisau yang teracung sempurna. Seketika, Malvino pun terkesiap kaget. Ingin memberontak tapi dia takut si pemegang pisau itu malah nekat melukainya. Kebetulan, suasana di sekitarnya sedang begitu sepi. Maka, tidak ada gunanya juga bagi Malvino jika ia mencoba berteriak meminta tolong. Alhasil, dibanding memi

