Malvino menggeliat dalam duduknya. Kedua tangannya ia rentangkan secara bebas diikuti dengan gerakan memutar leher agar kekakuan yang dirasakannya sedikit melenyap. Jarum jam bahkan sudah menunjukkan waktu sore telah tiba. Kini saatnya Malvino pulang sesuai yang dikatakannya pada Audrey tadi siang. Urusannya pun sudah selesai. Tidak ada lagi yang perlu ia kerjakan untuk hari ini. Mungkin ada beberapa, tapi itu masih bisa dilanjutkan saat esok hari datang. Ya, Malvino pun sudah terlalu lelah dan membutuhkan waktu istirahat untuk mengembalikan kesegaran dari dalam tubuhnya. "Artur!" panggil Malvino cukup lantang. Namun, tidak ada sahutan sama sekali dari sosok yang dipanggilnya barusan. Sepintas, Malvino pun mendecak. Lalu ia pun menggantikan seruannya guna memanggil nama lain dari salah

